Selasa, 02 April 2013

Kenapa doa tak selalu terjawab

Saya baru saja kehilangan benda yang cukup berharga (arti sebenarnya) pada hari minggu lalu. Menjadi pergumulan berat bagi saya sebab selain harganya, benda itu sangat-sangat saya butuhkan untuk menunjang aktivitas harian saya sebagai mahasiswa.

Karenanya saya melakukan segala hal yang bisa saya lakukan, mempergumulkan masalah ini dan membawanya dalam doa. Ingat, lakukan bagianmu dan Tuhan akan melakukan bagian-Nya.

Hari ini saya berpikir, apakah doa saya akan dijawab? Bagaimana bila tidak?

Saya bukan ahli teologi, namun kabar baik bagi kita semua yang berdoa pada Tuhan, doa kita pasti dijawab. Namun, ingat jawabannya tidak selalu iya. Mungkin Tuhan akan menjawab doamu dengan tidak atau akan dijawab dengan tunggu. Ya, intinya dijawab to? Masalahnya kita selalu bilang Tuhan tidak menjawab doa saya ketika jawaban yang kita dapat bukan ya.

Kenapa ya Tuhan tidak menjawab semua doa dengan ya? Saya punya beberapa statemen yang mungkin dapat kita renungkan bersama.

Pertama, kita selalu menyamakan doa dengan mekanisme aladin. Ya, aladin hanya tinggal gosok lampu, keluar jin, dan mengucap keinginan. Maka keinginan terwujud. Tuhan bukan jin botol. Ia adalah pribadi yang agung, tapi kita menyamakan diri-Nya seperti jin botol.

Kedua, esensi doa adalah komunikasi. Pada matakuliah psikologi komunikasi, yang dimaksud komunikasi adalah ketika ada pesan yang kemudian ditanggapi. Nah, masalahnya kita selalu ingin mengontrol tanggapan dan mengacuhkan tanggapan yang jauh dari bayangan kita. Bukankah ini naif?

Ketiga, pernahkah kita membayangkan apa yang akan terjadi jika tiap doa dijawab ya? Jika belum coba tonton lagi film bruce almighty. Ketika bruce mengiyakan setiap doa yang masuk yang terjadi adalah chaos.

Ya, seperti ada cerita suatu hari Tuhan mengajak roh seorang pemuda berkeliling. Pertama mereka mengunjungi rumah petani miskin yang hanya memiliki seekor kerbau. Kemudian mereka mengunjungi rumah seorang saudagar kaya yang reot. Tuhan memerintahkan agar kerbau petani itu dibunuh dan rumah saudagar kaya yang reot itu diperbaiki menjadi rumah yang kokoh dan tidak dapat dirusak. Si pemuda bingung kenapa Tuhan begitu tidak adil. Maka setelah lama bergumul ia akhirnya bertanya pada Tuhan alasannya. Tuhan berkata, saat itu malaikat kematian hendak mengambil nyawa petani. Maka sebagai gantinya nyawa kerbaunya lah yang diberikan. Berbeda dengan saudagar kaya. Ia memendam hartanya dibawah lantai rumahnya. Rumah itu dibuat kokoh dan baik agar ia tidak lagi mampu menyembunyikan kekayaannya dan tidak mampu mengambil harta yang dikuburnya.

Inti dari cerita diatas adalah, Tuhan punya rencana dan alasan sendiri dalam menjawab doa kita, jadi kenapa kita memaksakan kehendak? Toh jika keinginanmu sesuai dengan kehendak-Nya doamu akan dijawab dengan ya. Dan satu lagi statemen yang mengelitik, mungkin Tuhan ingin menguji seberapa taat kita setelah mendengar jawaban doa kita.

Jadi teruslah berdoa, sebab pengharapan selalu ada.

Senin, 24 Desember 2012

bapak di dunia

lebih kurang dua minggu dari hari ini, saya dan teman kos saya harus datang ke rumah sakit pada dini hari. hal ini dikarenakan salah satu rekan kami mengalami kecelakaan yang sangat parah. ia mengalami patah tulang dan belakangan ia juga divonis mengalami pendarahan pada otak. kejadian itu memang cukup memukul.

tak lama, orang tuanya yang berasal dari luar pulau datang ke kota kami berkuliah. si ibu dan bapak ini dengan penuh kesabaran dan kasih sayang merawat teman kami yang sendang sakit ini. ia berontak. tak jarang makian keluar dari mulutnya. saya coba memahaminya, mungkin dikarenakan luka yang sangat parah dan rasa sakit yang luar biasa, belum lagi sulitnya menerima keadaan mungkin menjadi penyebab dirinya menjadi begitu emosional.

hal yang justru saya soroti bukan pada anak ini, tapi pada ayahnya. disaat saya dan teman-teman menjenguk, saya melihat betapa seorang ayah sangat tegar menghadapi anaknya. jika saya yang berada di posisi si ayah, saya akan marah besar. bagaimana tidak, apa yang terjadi seperti menodai tanggung jawab yang dipercayakan. saya mungkin berpikir, "disekolahin, buat belajar malah main malem, kecelakaan lagi." belum lagi perilaku anak yang berontak kadang memaki dan biaya yang harus ditanggung, pasti membebani secara fisik, finansial, dan psikis. jika saya diposisi itu pasti saya tidak akan sesabar itu.

yah, saya tidak pernah tahu sedalam apa cinta seorang ayah pada anaknya karena toh saya belum punya anak. mungkin nanti ketika saya punya saya akan tahu. tapi yang jelas saya merasakan lewat kejadian itu betapa seorang ayah memiliki kasih sayang yang sangat dalam pada anaknya. ia merangkul bukan mengusir. ia mungkin marah, namun memilih memeluk. mengingatkan saya pada kisah anak yang hilang, salah satu perumpamaan (dalam agama kristen) yang dibuat Yesus.

di momen natal ini, saya mau berbagi dengan saudara. bahwa ayah di bumi bisa sedalam itu mengasihi anaknya, coba anda bayangkan betapa dalamnya kasih Ayah di surga? pastinya sangat dalam. Ia rela menjelma menjadi manusia dan menebus dosa manusia. mematahkan belenggu iblis. dan menjauhkan setiap orang yang percaya pada-Nya dari kematian kekal. luar biasa bukan?

natal, seperti arti katanya yaitu kelahiran merupakan hari yang ditunggu umat Kristiani di seluruh dunia. karena pada momen inilah, Sang Juruselamat dilahirkan, dan nubuat mengenai penebusan dosa digenapi. pada momen inilah, setiap orang akan merasakan betapa besar Kasih Allah, bahkan Yesus mengatakan sendiri, "jika bapa mu di bumi tahu apa yang baik untuk anaknya, lebih lagi Bapamu yang di Sorga". ya, Bapa melakukan sesuatu yang sangat baik, dan kadang perilaku kita tidak jauh beda dengan teman saya tadi, memberontak kadang memaki. atau seperti si bungsu yang menghamburkan uang bapa nya.

pada momen natal ini, kita juga harus berusaha lahir kembali. caranya dengan mencoba mengambil waktu dan tempat tersendiri untuk kita, melihat kembali apa yang terjadi selama ini, merenungkan hal-hal yang masih kurang berkenan, membuat janji dan menepatinya di tahun berikutnya. natal bukan hanya sekedar perayaan, tapi juga perenungan, sudahkah anda, saya, kita semua lahir kembali? sudahkah kita memaknai natal dengan sungguh-sungguh?

selamat natal, Tuhan Yesus memberkati!!