Minggu, 24 Januari 2010

Apakah Tuhan Peduli Pada Patah Hati


pertanyaan 'apakah Ia peduli pada hatiku yang patah?' belum sepenuhnya terjawab. tiap kali share sama orang tentang masalah ini, mereka bilang 'Tuhan peduli' ato 'semua akan indah pada waktunya'. jujur separuh hati saya ga terima kata-kata klise itu. dalam hati saya mencibir, 'coba kalian tahu rasanya'. oke ga usah bahas itu karena ga penting.

kamu ga yakin Tuhan peduli? kalo kalian nge-judge kayak gitu kalian salah. sebab pada dasarnya saya yakin Ia angkat beban saya. Ia tertawa bersama saya dan menangis untuk saya. hanya saja pertanyaan yang masih mendongkol adalah tentang 'mana bukti kalo Tuhan peduli sama hati yang patah?'

pertanyaan ini tetep aja jadi misteri sampe akhirnya siang tadi (waktu kuliah agama katolik), di video berjudul 'God's love letter' saya temukan jawabanya. disana tertulis dalam bahasa inggris, inti artinya 'Aku peduli saat kau patah hati' dan hebatnya disana tertulis referensi ayatnya (mazmur 34 : 19).

ternyata benar Tuhan peduli, Ia sungguh peduli. Ia berkata "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya." betapa saya disadarkan oleh ayat ini. tidak puas dengan satu ayat, saya mencoba search engine di alkitab ponsel saya. saya ketik key word 'patah hati' dan hasilnya ada 4 ayat yang menyinggung patah hati. namun yang mengena untuk saya hanya 3.

selain mazmur 34 : 19, masih ada ulangan 31 : 8 dan mazmur 147 : 3. kesemuanya menyinggung posisi Bapa saat kita patah hati dan janji-Nya ketika kita patah hati.

saya patah hati, tapi kenapa saya sakit? mazmur 147 : 3 berkata "Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka" tapi ketahuilah, bagaimana lukamu dibalut kalo kamu aja ga pernah dateng ke dokter yang megang perban? ketika patah hati (sebenernya sih tiap saat) dan kita ngerasa sakit, jangan segan untuk datang pada Bapa dan minta Ia rawat lukamu. mungkin ga akan sembuh instan, mungkin perihnya ga langsung ilang, tapi ketahuilah, kita udah nyerahin masalah ke Pribadi yang tepat.

intinya adalah, siapa bilang Tuhan ga peduli? Ia peduli bahkan amat peduli. seperti tertulis di ulangan 31 : 8 "Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati." bukti kepedulian-Nya adalah penyertaan-Nya dan janjinya mengobati luka kita, jadi masih berpikir Ia tak peduli hatimu yang patah? pikirkan lagi. Gbu!

Cinta ?

satu hal yang bikin saya bingung adalah ketika banyak anak muda terjebak dalam hal yang satu ini (saya akui, saya juga sempet terjebak, lama lagi.. hehe..), hal yang saya maksud ga laen dan ga bukan adalah "cinta". ga usah nyangkal, soalnya bagi semua anak muda, hal yang berhubungan dengan cinta adalah hal yang sangat penting dan riskan. cinta adalah kebutuhan bagi tiap manusia, itu bener, tapi apa yang membedakan dengan cinta anak muda sampe saya bilang itu riskan?

kaum muda cenderung menganggap urusan cinta adalah urusan yang sangat penting. ga bisa disanggah bahwa cinta emang penting, tapi hasrat untuk mencari arti cinta dan gaya hidup yang seakan mengharuskan orang berpacaranlah yang membuatnya teramat mengerikan. seharusnya kita ga boleh tutup mata sama realita bahwa banyak hal yang lebih penting daripada cinta terabaikan ketika kita kenal yang namanya cinta. cintalah yang terkadang membutakan kita sama sekolah, Tuhan, teman, dan hal positif laen yang justru ga kalah pentingnya dari cinta.

jadi cinta tu jahat ya? trus kita ga boleh ya kenal sama cinta? kok nggak banget sih? saya pribadi ga bilang "ada yang melarang kita kenal yang namanya cinta", itulah yang harus kita garis bawahi, karena pada usia belasan kita baru "seneng-seneng"nya cari jati diri dan cinta adalah bentuk pengenalan kita akan siapa kita. tapi yang bikin salah kaparah dari remaja saat ini adalah kecenderungan cinta buta (ada yang bilang cinta katarak, soalnya cinta ga sepenuhnya buta.. whatever). cinta karena obsesi dan didasari hasrat-lah yang menghiasi dunia remaja dan boleh percaya ato nggak kita suka nyebut itu dengan kata "true love" (so sweet) tapi apa bener itu true love? saya lebih seneng nyebutnya passion love (cinta karena hasrat)

kok bisa disebut passion love? soalnya kita sering lakukan siklus berikut, curi pandang - suka - smsan/telpon - jadian - ga cocok - putus - cari baru - kembali ke curi pandang (ngaku hayo). pertanyaan saya, apakah pacaran dengan dasar cinta tujuannya cuma putus, trus cari baru, putus, balik, trus putus lagi, dst? mana true lovenya? itu sih bukan cinta karena dasar cinta, tapi cinta sesaatnya remaja yang orang dulu bilang cinta monyet, masak kita mau disamain sama monyet?? hahaha.

tapi kan pacaran tahap pengenalan, jadi sah-sah aja dong kalo mau putus nyambung? pertanyaan bagus tapi bodoh. ada dua hal yang mendasari perkataan saya bahwa pertanyaan tadi bodoh.

pertama, apakah mengenal orang dapat kita lakukan sesaat? apakah ketika kita putus kita bisa lebih mengenal pribadinya?
kedua, pernah ga sih kita mikir, semakin banyak mantan berarti semakin banyak juga musuh kita? (saya ngalamin lho..) apakah kita bisa ngertiin orang yang udah jadi musuh kita? 100% ga bakal, ato kalo mungkin pun akan susah banget, apa lagi kita remaja yang masih mikir dengan mengutamakan ego.

lantas, apa yang harus kita lakukan? ada beberapa langkah penting untuk "menguji" cinta kita pada seseorang:
pertama, bikin komitmen jangan mudah bilang cinta sama orang, sekalipun kamu yakin seyakin-yakinnya kalo dia orang yang tepat.
dua, bikin kriteria tentang siapa co/ce impian kamu, kriteria yang dimaksud bukan kriteria yang lebay (ex, saya mau co saya kayak gu jun pyo. jelas ga bakal dapet) bikin kriteria yang sesuai.
tiga, bawa ini dalem doa. minta visi dari Dia. ketika Tuhan bilang kamu harus ubah kriteria kamu, ubahlah. kalo udah dapet visi dari Tuhan, saatnya bergerak
empat, cari orang yang sesuai visi dari Tuhan, jangan pernah tambahkan/kurangkan itu. waktu ketemu orang yang dirasa tepat, belajarlah untuk mengenal dia luar dalem, terus bawa dalem doa. kalo kamu kebelet, inget langkah pertama.
lima, kalo udah cocok luar dalem baru dah jadian. jadian ga bakal mudah, pasti banyak halangannya. jadi sebisa mungkin jangan pernah putus. tahap mengenal karakter bukan cuma pas PDKT, tapi juga selama pacaran, sukur-sukur sampe nikah hahahaha...

trus kalo ga dapet-dapet gimana? jangan pernah ubah komitmen dan kriteria kamu. kriteria nunjukkin seberapa gede harga diri kamu, kalo kamu ubah itu dimana harga diri kamu? bawa terus dalem doa. Tuhan bakal nunjukkin orang-orang yang tepat, kita tinggal milih. problemnya, kita sabar apa ngga? kita berserah dan percaya apa ngga. jadi jangan menyerah.

dan yang terpenting, cinta bukan masalah suka, jadian, terus semua berjalan lancar. cinta tu kompleks. bahkan orang dewasa pun sering terjebak liku-likunya. apa lagi anak muda. jadi kesimpulannya, cinta ga salah, pacaran ga dosa, tapi pikirkan. karena pilihanmu sekarang menentukan masa depanmu. kalo menurutmu aku masih muda ga penting ngurusin itu, kamu salah. justru selagi muda pikirin apa yang mau kamu lakuin buat hari depanmu. dan cinta adalah salah satunya. jangan pernah terjebak cinta. Gbu.