Sabtu, 09 Juni 2012

Di mana Jawabannya??

suatu hari saya berdoa. doa saya ga muluk-muluk. saya juga doakan itu dengan sungguh-sungguh dan berlanjut, tapi kok kayaknya doa saya ga pernah ada jawabannya. putus asa? untungnya belom sampe titik itu. tapi yang jelas satu hari saya sempet nanya, dimana jawaban doa saya, kok lama banget ga dijawab-jawab.

akhirnya walaupun telat, saya sadar ternyata Tuhan langsung jawab doa saya, ga pake lama. ternyata Tuhan jawab doa kita lewat suara hati kita. suaranya pelan, lembut, namun menggambarkan kejujuran. kadang kita susah bedain antara suara itu sama ego kita sendiri.

terus kenapa kita susah bedain? kenapa kamu ga denger jawabannya? ada minimal 2 alesan yang bikin jawaban doa kita keliatan susah banget di denger. pertama, suara kita (dalam hal ini doa) kadang terlalu keras, ngalahin suara hati yang pada dasarnya lembut. kedua, ego kita ngusain kita, kadang susah bedain logika dan ego, hati kita juga bakal kalah sama ego kita sendiri. atau yang parah dan paling sering terjadi, kita udah tau jawabannya, tapi karena jawabannya ga sesuai keinginan kita, kita sengaja tutup telinga dan bilang, "ga, bukan itu jawabannya"

percaya ato ga itulah realita yang terjadi. minimal saya ngerasain itu. terus apa yang harus kita lakuin? deket dong ma Tuhan (klise banget ya jawabannya), tapi bener itu satu-satunya cara yang bisa kita lakuin. mau denger dan kenal suara orang, seenggaknya kita harus kenal dulu siapa orang itu. kalo mau tau suara Tuhan, kita harus kenal siapa Dia kan??

caranya? cara yang efektif buat kenal siapa Tuhan kita adalah dengan membaca tentang pribadi-Nya, apa yang Ia mau. satu-satunya media yang ada adalah alkitab. cuma itu? ga.. sediain waktu yang paling intim sama Dia, ungkapin semua uneg-uneg kamu, jujur sama Dia, tapi jangan pernah tutup telinga kamu atas jawaban dari-Nya.

kok susah ya? "susah bukan berarti ga mungkin" itu yang harusnya kita pegang. kamu sendiri dah ngejalanin itu belom? hehehe... pedang bermata dua ya... jujur belom 100%. tapi semua berawal dari mencoba kan...

intinya adalah, doamu selalu di dengar oleh-Nya. Ia juga jawab doamu (ada yang bilang jawabannya ada 3. ya, tidak, tunggu.) yang jadi permasalahan sudahkah kita mengenal suara Tuhan? jika yakin sudah, pertanyaan berikutnya adakah kita menutup telinga kita dari jawaban yang ada dan meneriaki "Tuhan kok gitu sih!!" waktu jawaban yang kita terima ga sesuai?

temen-temen, Dia tahu apa yang terbaik buat kita. kayaknya kalimat itu klise banget, tapi memang itulah adanya. susah nerima kata-kata diatas, ya jangan diterima pake akal, tapi pake hati. kuncinya cuma satu, ketika jawabannya ya, bersyukurlah sewajarnya. ketika jawabannya tidak, berhentilah menghujat, tapi carilah apa yang sebenarnya Ia mau. ketika jawabannya tunggu, maka sabarlah, percayalah, dan pasrahkanlah semuanya pada Tuhan.

ga tau kenapa, tapi saya terdorong buat nulis ini. sekali lagi, saya nulis ini untuk kita share kan bersama.. kasih komentar temen-temen ya... Gbu.

Senin, 14 Mei 2012

sulit untuk diungkapkan

banyak orang mungkin berkata mudah untuk mengungkapkan apa yang akan saya sampaikan berikut ini. tapi ketahuilah, ketika kita coba mengungkapkannya dengan sungguh-sungguh, maka hal-hal berikut menjadi sulit untuk diungkapkan. minimal saya mengalaminya.

cinta. katakanlah "aku mencintaimu, sungguh mencintaimu." pada orang yang sangat kau sayangi, namun tak dapat lagi kau sentuh. masih kau cinta namun sudah tak lagi ada dalam jangkauanmu, maka ungkapan itu akan jadi sangat menyulitkan, bahkan lebih menyulitkan daripada ketika pertama kau menyatakan perasaanmu padanya.

maaf. kata ini terucap setiap hari, setiap kita bersalah, hingga kadang kita lupa kata ini memiliki arti dalam. pernahkah kau katakan, "maafkan aku atas semua salahku." pada dia yang memutuskan untuk meninggalkanmu? atau ketika kau melakukan kesalahan yang teramat besar hingga semua hartamu tak cukup untuk membayarnya? percayalah hal itu sangat sulit.

tolong. ya kita mungkin pernah berkata tolong tiap harinya. tapi pernahkah kau mengatakan "tolong jangan tinggalkan aku. tetaplah di sisiku." kepada ia yang akan pergi tinggalkan dirimu untuk selamanya? percayalah sulit untuk mengatakannya.

dan selain ketiga hal itu ada hal lainnya yang juga sulit diungkapkan, terima kasih. berterima kasih untuk berkat atau prestasi adalah hal yang sangat mudah. namun pernahkah kau berterima kasih untuk rasa sakit? rasa pahit? kekecewaan? berterima kasih ketika semuanya berjalan tidak sesuai dengan rencanamu? cobalah dan rasakan betapa sulit kau mengungkapkannya.

maka dari itu, kali ini.. ya, hari ini saya ingin ungkapkan, "sampai sekarang aku masih menyayangimu, maaf jika aku pernah bertindak bodoh dan menyakitimu, tolong jangan pernah melupakan aku, dan terima kasih untuk selama ini, untuk semuanya."