Minggu, 31 Januari 2010

apa itu yang dinamakan cinta?

seorang gadis menangis di hadapan sahabatnya. sang sahabat bertanya pada si gadis, "kenapa kamu menangis?" si gadis menjawab, "pacarku mutusin aku!!" si sahabat berusaha bijak berkata, "tiap hal ada waktunya. kalo udah waktunya putus ya udah lah.."

tangisan si gadis makin kuat. "tapi aku ga mau putus dari dia." katanya. "kenapa?" tanya temannya lagi. "aku terlalu sayang dia. aku ga mau kehilangan dia dan aku ga bakal mungklin bisa ngelupain dia." jawab si gadis. "ya, kalo kamu siap mencintai, kamu harus siap juga buat patah hati. jangan lupain dia, tapi belajarlah buat ngerelain."

merasa temannya tidak memberikan penguatan si gadis mulai jujur, ia pun berteriak katanya, "bukan itu masalahnya. masalahnya aku udah ngelakuin "itu" sama dia. ga adil dong kalo aku doang yang ngerasain paitnya." si sahabat terkejut. betapa kagetnya ia mendengar ungkapan si gadis. "kamu lakuin itu dengan sadar? kamu udah tau konsekuensi dari semua pilihan kamu itu?" tanya sang sahabat.

"udah. aku ngelakuin itu dengan sadar. tapi semua itu karena cinta." jawab si gadis sambil mengusap air matanya. si sahabat hanya bisa diam dan menyayangkan apa yang diperbuat si gadis.

apakah itu yang dinamakan cinta ketika karenanya kita dibutakan? apakah itu yang dinamakan cinta ketika kita kehilangan apa yang berharga dan tidak dapat dibeli dengan apapun? apakah itu yang dinamakan cinta ketika kata "cinta" hanya menjadi alasan untuk membenarkan tindakan bodoh kita?

sadarlah, bahwa apa yang kita pilih harus kita pertanggung jawabkan. bangunlah dan berhentilah terjebak dari "cinta" yang salah. kita mungkin tertawa atau menyalahkan tokoh gadis dalam cerita di atas, tapi ketahuilah kadang kita juga melakukan kesalahan yang sama.

semoga kisah di atas dapat menjadikan kita lebih bijak dalam melangkah. bukan cinta alasannya ketika kita harus mengorbankan harta yang palng berharga dari diri kita. sebab tiap pilihan kita ada konsekuensinya, bukan saatnya menyalahkan dan melempar tanggung jawab, tapi hadapai secara jantan. maka pilihlah semuanya dengan lebih hati-hati. pikirkan baik buruknya. dan jika hari ini kita telah jauh melangkah, kembalilah ke tempat dimana seharusnya kita berada.

kenapa kamu sok menggurui? sebab dunia ini mulai berubah. dunia ini menuju kehancuran celakanya tindakan kita memperparah semuanya itu. melalaikan nilai-nilai dan bangga atas tindakan bodoh yang kita perbuat, semua itu tidak akan menyelamatkan kita. semoga kita mau merenungkan lagi, apa itu yang dinamakan cinta?

Minggu, 24 Januari 2010

Cintai Pribadi yang Tepat


pernah mikir kayak gini?
aku ga minta banyak cuma minta dia bales cintaku, kenapa cintaku kandas? kenapa bukan si A yang jelas-jelas playboy/playgirl atau si B yang cuma modal uang yang ngerasain? aku ga minta semua orang suka sama aku, cukup dia aja. apa itu salah? kenapa si A bisa dapet 10 pacar sekali lirik dan aku? cuma orang yang seakan diciptain cuma buat memohon biar dilirik. dosaku apa?

mungkin agak lebay kalo liat kalimat di atas, tapi sadar ato ga itu yang sering terjadi sama kita. kadang kita mikir, aku ga butuh "segunung emas" (baca cinta), aku cuma minta "segenggam emas" (baca cinta). tapi kenapa Tuhan ga kasih sama aku? trus dari situ mulai deh banyak pihak kita salahin mulai dari Tuhan, si A, si B, ortu, orang yang yg ditaksir, bahkan diri sendiri. sering ngalamin itu? kalo ya, selamat soalnya kamu lagi kena syndrom "mengasihani diri" yang ujung-ujungnya pembenaran pada diri sambil nyalahin orang.

mungkin kamu mikir lagi..
aku cuma minta satu pacar yang setia, apa aku salah ga minta yang neko-neko? cuma dia aja. kenapa kayaknya ga ada cinta diciptain buat aku? apa aku kurang deket sama Tuhan sampe doaku ga didenger? semua yang terjadi sekarang tu salahku ya?

menurut saya ga ada yang salah. saya mau share sedikit. beberapa waktu lalu saya sempet menjalin satu hubungan dengan seseorang. ga lama kita putus karena satu sebab. tahu apa yang terjadi? saya ga lebih dari orang yang mulai mengasihani diri sendiri. saya ngerasa dunia ga adil dimana di luar sana banyak mereka yang "gampang" mempermainkan arti sebuah cinta, sementara saya harus susah payah cuma buat satu cinta. hal itu terus berlanjut sampe saya mulai menyalahkan banyak pihak termasuk Tuhan (siapa gw, nyalahin Tuhan?)

sampe akhirnya seorang temen bilang gini, "cintai pribadi yang tepat'. jujur saya agak emosi dan ngerasa tertampar, soalnya buat saya dia orang yang tepat buat saya. dia "seiman" dan sudah masuk kualifikasi saya, dan yang terpenting dari semua, saya punya "cinta" buat dia. dengan segala pembenaran itu saya secara tidak langsung berteriak pada temen saya itu, "hey, lu siapa? yang jalanin semua itu gw bukan lu!!"
ga itu aja, soalnya ga lama setelah itu temen yang laen lagi bilang, "lepaslah emas digenggaman soalnya emas itu bakal dituker sama permata." saya jawab, "hoi, gw ga butuh permata. gw cuma mau emas, apa itu salah?" ternyata ada paradigma dalam hidup saya yang harus dibenahi tentang merelakan.

kedua temen saya sebenernya mau bilang hal yang sama, kamu ga salah mencintai orang, tapi ada waktunya buat melepas. maka belajarlah buat ngerelain, soalnya waktu ada kerelaan bakal ada orang yang tepat yang diciptain buat kamu cintai. mungkin kamu bingung? ya, selama ini kita mempergumulkan kenapa Tuhan ga ngasih kita sama jalan sama si A ato si B yang masuk kualifikasi kita. menurut saya, itu terjadi bukan karena kita ga disayang Tuhan, tapi minimal ada dua sebab:

pertama, mungkin dia yang kamu taksir mungkin baik menurut kamu, tapi cek lagi. apakah kita udah nanya dan mempergumulkan tentang si dia sama Tuhan? hey, Tuhan kita tu luar biasa baik. Dia ga akan ngasih yang baik aja. Dia bakal ngasih yang terbaik buat anak-Nya, pertanyaannya mau ga kita sabar dan merelakan yang baik biar yang terbaik bisa hadir? soalnya hati kita ga mungkin diisi sama dua pribadi.
ato mungkin alesan kedua, mungkin si dia yang kamu taksir adalah orang yang tepat buat kamu dan Tuhan, tapi inget Tuhan kita adalah Tuhan yang pencemburu. tau ga, Dia mau tau kita lebih cinta sama siapa, Tuhan ato orang yang kita taksir. jangan-jangan ntar abis dikasih "hadiah" (baca : jadian) kita malah makin jauh ato cenderung lupa sama Tuhan. (kayaknya terjadi pada saya, hehe)


jadi, menurut saya ga salah kita marah, nangis, kecewa waktu Tuhan ga ngijinin kita deket sama seseorang, toh Tuhan juga ga pernah nyiptain "robot". Dia nyiptain manusia yang punya free will dan itu bisa digunakan buat marah, nangis atau kecewa waktu apa yang kita inginkan ga tercapai. tapi saran saya, kita harus ngecek lagi apa alesan kita marah tepat? apa kita udah denger alesan Tuhan? apa cinta itu sesuatu yang kita butuhkan atau hanya sekedar keinginan? ya, tiap manusia butuh cinta (cinta nunjukin kita punya sifat Bapa), tapi Tuhan ga pernah maen-maen sama cinta, soalnya cinta tu bukan perkara gw suka dia, dia jadi pacar gw, trus life happily ever after, hey, cinta lebih rumit dari itu butuh persiapan dan kematangan buat itu. tapi denger, kabar baiknya Tuhan udah nyiapin "pribadi yang tepat". eits, tunggu dulu. semua ga gratis. Dia mau kita belajar buat "cinta sama pribadi yang tepat"

berhentilah mengeluh, nyalahin banyak pihak, dan kecewa. tetep setia dan sabar menunggu, relain yang baik menurutmu. btw, kalo yang baik menurut kita baik juga buat Tuhan, pasti dibalikin kok. daripada semuanya itu ilang, apa ga lebih baik kita serahkan bukan cuma "penghapus" tapi "pensil" kita ke tangan-Nya. biar Dia ga cuma bisa ngoreksi kwsalahan kita, tapi biar Dia yang tulis jalan hidup kita, soalnya cuma Dia yang tau waktu dan pribadi yang terbaik yang tentunya tepat buat kita.

jadi intinya, jangan buang cintamu dengan percuma, tapi bersiaplah untuk mencintai pribadi yang tepat.

Tuhan memberkati!!